PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MELALUI PENGOLAHAN TEH DAUN GAHARU DI LAMPUNG SELATAN

Sarono Sarono, Sarono Sarono, Yeni Variyana, Hafiz Luthfi, Hafiz Luthfi, Subandi Subandi, Subandi Subandi, Amelia Sri Rezki, Amelia Sri Rezki

Abstract


This community service program aims to enhance the economic resilience of agarwood farmers (Aquilaria malaccensis) through the utilization of agarwood leaves into herbal tea products in Sabah Balau Village, South Lampung Regency. The main problem faced by the community is their dependence on resin (gubal) production, which requires a long harvesting period and results in unstable income. In addition, the potential of agarwood leaves as a value-added product has not been optimally utilized due to limitations in knowledge, technology, and processing equipment. The method used is a participatory approach through Focus Group Discussions (FGD), training, technology transfer, and mentoring. This program focuses on processing agarwood leaves into herbal tea, supported by appropriate technology in the form of a tea grinding machine provided to the partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, direct observation, and analysis of community participation levels. The results show a significant improvement in participants’s knowledge and skills, with a participation rate reaching 85% in training and mentoring activities. The provision of a tea grinding machine has demonstrably improved production efficiency and consistency. The resulting agarwood tea product exhibits antioxidant activity with an IC50 value of 0.584 mg/mL based on laboratory testing. In addition, there has been an increase in the partners’ basic understanding of business management. Overall, this program has successfully strengthened community capacity, created new economic opportunities, and supported the sustainability of agroindustry based on local potential.

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi petani gaharu (Aquilaria malaccensis) melalui pemanfaatan daun gaharu menjadi produk teh herbal di Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah ketergantungan pada hasil gubal yang membutuhkan waktu panen lama sehingga menyebabkan ketidakstabilan pendapatan. Selain itu, potensi daun gaharu sebagai produk bernilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan pengetahuan, teknologi, dan peralatan pengolahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, transfer teknologi, serta pendampingan. Program ini difokuskan pada pengolahan daun gaharu menjadi teh herbal dengan dukungan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling teh yang diserahkan kepada mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta analisis tingkat partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan tingkat keterlibatan mencapai 85% dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan. Penyerahan alat penggiling teh dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi secara nyata. Produk teh gaharu yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 0,584 mg/mL setelah dilakukan uji laboratorium. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman dasar manajemen usaha pada mitra. Selanjutnya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung keberlanjutan agroindustri berbasis potensi lokal


Full Text:

PDF

References


Alamil, J. M. R., Paudel, K. R., Chan, Y., Xenaki, D., Panneerselvam, J., Singh, S. K., Gulati, M., Jha, N. K., Kumar, D., Prasher, P., Gupta, G., Malik, R., Oliver, B. G., Hansbro, P. M., Dua, K., & Chellappan, D. K. (2022). Rediscovering the Therapeutic Potential of Agarwood in the Management of Chronic Inflammatory Diseases. Molecules, 27(9), 3038. https://doi.org/10.3390/molecules27093038

Amri, A. U., Fitriana, F., & Asmaliani, I. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) Dengan Menggunakan Metode KLT-Bioautografi. Makassar Pharmaceutical Science Journal, 1(31), 281–294. https://doi.org/10.33096/mpsj.v1i4.102

Gustina, S., Khairunnisa, R., & Sitorus, H. S. (2022). Nilai Tambah Tanaman Gaharu (Aquilaria Malaccensis) Sebagai Teh Herbal di Kabupaten Langkat. Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu, 3(1), 2614–1469. https://ojs.serambimekkah.ac.id/semnas/article/view/5322

Hamzah, H., Hardiyanti, R. A., Dinanty, F., Farikhah, A., & Hendavid, K. (2025). Respon Pertumbuhan Bibit Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Terhadap Pemberian Mikroorganisme Lokal Rebung Bambu. Jurnal Silva Tropika, 9(2), 190–200. https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.44213

Kamaluddin, M. T., Yuliarni, Y., Agustin, Y., Parisa, N., Hidayat, R., Yuliana, C., Farmakologi, B., Kedokteran, F., Sriwijaya, U., Kabupaten, P., Tengah, B., Belitung, P. B., & Kunci, K. (2017). Efek Sedativa dan Kebugaran Teh Celup Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L). Jurnal Jamu Indonesia, 2(3), 114–119. https://doi.org/10.29244/jji.v2i3.40

Karsiningsih, E. (2016). Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Teh Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah (Studi Kasus: Teh Gaharu “Aqilla” Gapoktan Alam Jaya Lestari). AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 143–151. https://doi.org/10.18196/agr.2235

Nasution, P. A., Batubara, R., & Surjanto. (2015). Tingkat Kekuatan Antioksidan dan Kesukaan Masyarakat Terhadap Teh Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) Berdasarkan Pohon Induksi dan Non-Induksi. Peronema - Forest Science Journal, 4(1), 10–18. https://jurnal.usu.ac.id/index.php/PFSJ/article/view/12964

Nusa, M. I. (2020). Karakteristik Teh Hijau Daun Gaharu Hasil Pengeringan. AGRINTECH: Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 3(2), 73–79. https://doi.org/10.30596/agrintech.v2i2.3661

Olugbami, J. O., Gbadegesin, M. A., & Odunola, O. A. (2014). In vitro evaluation of the antioxidant potential, phenolic and flavonoid contents of the stem bark ethanol extract of Anogeissus leiocarpus. African Journal of Medicine and Medical Sciences, 43(Suppl 1), 101–109. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26681826/




DOI: https://doi.org/10.56486/swadimas.vol4no2.1275

Article Metrics

Abstract view : 18 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yeni Variyana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

TERINDEKS OLEH :