AKUNTANSI PERNIKAHAN DALAM TRADISI UANG PANAI: STUDI ETNOGRAFI PADA BUDAYA BUGIS-MAKASSAR

Harun Alrasyid, Devi Annisa, Poppy Ruddin

Abstract


This study aims to uncover the practice of wedding accounting within the Uang Panai tradition in the Bugis-Makassar community. The study employed a qualitative, ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews with three purposively selected married couples who had undergone traditional weddings in Makassar City using the Uang Panai tradition. The results indicate that Uang Panai is interpreted as a symbol of respect, responsibility, and honor (siri'), rather than as an economic transaction. From an accounting perspective, Uang Panai practices cannot be fully explained using conventional accounting concepts, such as income or expenses. Uang Panai represents a more social and symbolic form of accounting that emphasizes moral values, customary responsibility, and social harmony. These findings confirm that accounting operates not only within the realm of business and formal organizations but is also present in the practices of community cultural life.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntansi pernikahan dalam tradisi Uang Panai pada masyarakat Bugis-Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga pasangan suami istri yang dipilih secara purposif yang telah menjalani pernikahan adat dengan tradisi Uang Panai di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uang Panai dimaknai sebagai simbol penghormatan, tanggung jawab, dan kehormatan (siri’), bukan sebagai transaksi ekonomi. Dalam perspektif akuntansi, praktik Uang Panai tidak sepenuhnya dapat dijelaskan menggunakan konsep akuntansi konvensional, seperti pendapatan atau beban. Uang Panai lebih merepresentasikan bentuk akuntansi sosial dan simbolik yang menekankan nilai moral, tanggung jawab adat, dan keharmonisan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi tidak hanya beroperasi dalam ranah bisnis dan organisasi formal, tetapi juga hadir dalam praktik kehidupan budaya masyarakat.


Full Text:

PDF

References


Alrasyid, H., Ruddin, P., & Sultan. (2025). Praktek Akuntansi Dalam Rumah Tangga. REMITTANCE: Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, 6(2), 115–120. https://doi.org/10.56486/remittance.vol6no2.784

Alrasyid, H., & Sultan. (2024). Malempu Na Mapaccing Sebagai Nilai Kearifan Lokal Dalam Menjaga Kualitas Audit. REMITTANCE : Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, 5(2), 100–105. https://doi.org/10.56486/remittance.vol5no2.683

Andani, N. (2017). Akuntansi Pernikahan Muslim Bali (Studi Etnografi di Kampung Lebah). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 5(2), 1–31. https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/4137

Ayu, D. I. F. D., Amaliah, T. H., & Badu, R. S. (2023). Praktik Akuntansi Dalam Tradisi Penebusan Kembar Mayang Pada Pernikahan Adat Jawa Yang Masih Bertahan Di Desa Sidoarjo Kec. Tulangohula Kab. Gorontalo. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2), 269–278. https://doi.org/10.37531/sejaman.v6i2.5882

Diningrat, H., Fahrezy, A. H., Jeryawan, I., & Istiqomah, S. Y. (2024). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Uang Panai dalam Perkawinan Adat Bugis. Jurnal Syntax Admiration, 5(5), 1892–1899. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i5.1131

Gagaring Pagalung, H. A. (2025). Akuntansi Forensik: Konsep, Regulasi dan Aplikasi.

Nicholas, I., Saputra, R., Ginting, R., & Yantiana, N. (2024). Sebuah Studi Etnografi : Akuntansi Pernikahan Ditinjau dari Perspektif Budaya Tionghua. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 6(1), 87–93. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.64880

Nur, A. J., & Syahril. (2022). Akuntansi Budaya Kokocoran di Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep Madura. Journal of Accounting And Financial Issue, 3(2), 16–26. https://doi.org/10.24929/jafis.v3i2.2276

Rachmadani, F., Wiliana, R., Paglung, G., & Damayanti, R. A. (2023). Accounting Practices in Determining The Value of Dowry (Boka) in Buton Custom Weddings in Baubau City. AFEBI Accounting Review, 8(2), 128–147. https://journal.afebi.org/index.php/aar/article/view/760

Rahman, Y., Noholo, S., & Santoso, I. R. (2019). Konsep Akuntansi Syariah pada Budaya Mahar. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 10(1), 82–101. https://doi.org/10.18202/jamal.2019.04.10005

Ramadhania, R. (2021). Akuntansi Antropologi: Ritus Pernikahan Jawa Dengan Pembukuan Untuk Nilai Kemasyarakatan. Oetoesan Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 3(1), 30–34. https://doi.org/10.34199/oh.v3i1.49

Rinaldi, Hufad, A., Komariah, S., & Masdar, M. (2022). Uang Panai Sebagai Harga Diri Perempuan Suku Bugis Bone (Antara Tradisi dan Gengsi). Equilibrum: Jurnal Pendidikan, 10(3), 361–373. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v10i3.8411

Rinaldi, Nugara, A. B., & Ismail, L. (2023). Uang Panai Sebagai Harga Diri Perempuan Suku Bugis Bone : Antara Adat dan Agama. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.23887/jpsu.v5i1.64559

Sari, D. A. (2020). Tradisi Tompangan dalam Perspektif Akuntansi. RISTANSI: Riset Akuntansi, 1(1), 54–64. https://doi.org/10.32815/ristansi.v1i1.348

Sofia, M. A., Taseseb, J. A., Loe, M. G., & Lian, P. (2023). Mengungkap Praktik Akuntansi Budaya Dalam Upacara Adat Peminangan Suku Dawan. JUEB: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 2(4), 40–45. https://doi.org/10.57218/jueb.v2i4.976

Sri Rahayu, Y. (2015). Uang Nai’: Antara cinta dan gengsi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 224–236.

Stefania, M., Kaka, D., Faga, R., Tanenofunan, T., Mau, M. A., & Lian, Y. P. (2024). Akuntansi Belis Dalam Adat Perkawinan Etnis Masyarakat Ngada. JUEB: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 3(1), 23–35. https://doi.org/10.57218/jueb.v3i1.943

Susono, J., Rahim, A., Amiruddin, K., & Habibah, S. (2020). Uang Panai and Investment (Study on the value of local wisdom in the marriage of the Bugis Makassar tribe). Al-Ulum, 20(2), 512–522. https://doi.org/10.30603/au.v20i2.1280

Syam, A. R. G., Ramadhan, M. A., & Alimuddin. (2023). Uang Panai: a phenomenology in determining the price of marriage. Economos: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 6(2), 161–171. https://doi.org/10.31850/economos.v6i2.2329

Syarifuddin, R. A. D. (2015). Story of Bride Price: Sebuah Kritik atas Fenomena Uang Panaik Suku Makassar. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1979). https://doi.org/10.18202/jamal.2015.04.6007

Tamaulina Br. Sembiring Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2024). Metodologi Penelitian Sosial: Teori dan Praktik. In STAIN Kediri Press: Jawa Timur.

Thalib, M. A. (2022). Motoliango Sebagai Wujud Akuntansi di Upacara Tolobalango Gorontalo. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 24(1), 27–48. https://doi.org/10.34208/jba.v24i1.1051

Thalib, M. A., & Monantun, W. P. (2022). Kontruksi Praktik Akuntansi Tologalango: Studi Etnometodologi Islam. EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi, 13(2), 85–97. https://doi.org/10.18860/em.v13i2.12915

Wardani, D. K., & Yanuarista, E. (2023). Akuntansi Belis dalam Adat Perkawinan Masyarakat Kabupaten Sikka, NTT. Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 12(2), 208–217. https://doi.org/10.35906/equili.v12i2.1543




DOI: https://doi.org/10.56486/remittance.vol7no1.1152

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

TERINDEKS OLEH :